• info@caf-e.org

Mengintip Bisnis Perjudian di Ibukota Jakarta

Mengintip Bisnis Perjudian di Ibukota Jakarta

Banyak orang menganggap tidak ada tempat perjudian resmi seperti casino di Indonesia. Anggapan tersebut tidaklah aneh, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memandang segala bentuk perjudian sebagai kegiatan ilegal. Tapi, benarkah tidak ada sama sekali casino di Indonesia?

Jawabannya, salah. Namun, sebelum jauh kita membicarakan casino di Indonesia, baiknya kamu tahu tentang perjalanan perjudian di negara yang memiliki lebih dari 13.000 pulau ini.

Praktek perjudian di Indonesia tidak selalu dilarang. Contohnya di ibukota Jakarta, pada tahun 60-an saat itu Ali Sadikin menjabat sebagai gubernur Jakarta dan beliau mengizinkan tempat-tempat perjudian beroperasi di lokasi yang telah ditentukan. Hal ini tidak lain dilakukan untuk mengisi kantung anggaran DKI dari uang pajak pengusaha perjudian.

Pada masa jayanya, tempat-tempat seperti Copacabana, Hailai, Djakarta Theatre, Proyek Senen, dan Petak Sembilan menjadi tempat gemerlap yang selalu dipenuhi para pemain judi baik dari dalam maupun luar negeri. Permainan yang masyur saat itu adalah keno. Bagi pengunjung kelas kakap dengan kocek dalam, selalu tersedia ruang VIP yang tidak boleh dimasuki oleh orang-orang sembarangan.

Namun di tahun 1981, perjudian dilarang di Jakarta dan tempat-tempat perjudian ditutup serentak oleh yang menjabat posisi gubernur saat itu, Tjokropranolo, atas perintah Presiden Soeharto.

 tempat judi di ibukota

PERJUDIAN IBUKOTA HARI INI

Menurut pemain yang telah mengklaim dirinya sebagai pemain berpengalaman di dunia perjudian, memang sangat sulit untuk bermain judi dengan leluasa di Indonesia. Kebanyakan tempat berjudi masih dikelola oleh perseorangan dan hanya melibatkan jumlah uang yang relatif tidak terlalu besar. Permainan yang dimainkan juga tidak akan jauh dari togel, tebak angka, atau judi bola.

Beberapa hotel terkadang membuka kamar untuk dijadikan tempat berjudi namun untuk bisa bermain tidaklah mudah karena mereka hanya mengundang orang-orang yang mereka kenal. Jadi kalau kamu tidak ada dalam lingkaran mereka, jangan harap kamu bisa ikut gabung.

Jadi, cuma orang-orang tertentu yang bisa ikutan judi?

Tidak juga. Coba main-main ke Kabuki, Hotel Prinsen Park, di daerah Lokasari Jakarta barat, atau Pelangi dan Raja Kota di Jl. Hayam Wuruk, juga Raja Mas di Kawasan Glodok. Tidak peduli siapapun kamu, cuma tinggal menitipkan uang minimal satu juta rupiah saja sebagai deposit, kamu sudah bisa ikut gabung dalam permainan di dalam. Kalau kamu pernah nonton film judi Chow Yun Fat, God of Gambler, kamu pasti sudah kebayang suasana tempat-tempat ini kayak gimana.

JARINGAN PERJUDIAN INDONESIA

Sejak dicabutnya izin usaha perjudian di Jakarta, jaringan pengusaha judi di Indonesia mencoba merambah ke luar kota bahkan ke luar pulau. Konfigurasi para pengusaha ini dikenal dengan nama Sembilan Naga. Hingga saat ini, sedikitnya ada sekitar 44 lokasi perjudian hanya untuk wilayah Jakarta. Baik itu tempat kaliber kecil sampai kelas atas yang bisa menghasilkan pendapatan hingga puluhan milyar rupiah tiap bulannya.

Tidak hanya Jakarta, kota-kota lain di Indonesia tidak luput dari penyebaran permainan ini. Medan, Riau, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, bahkan Manado memiliki lokasi serupa tempat dimana kegiatan perjudian berlangsung.

Menurut Anton Medan, mantan narapidana dan juga raja judi, permainan judi terbesar di Jakarta berlokasi di Gedung ITC Mangga Dua, Jakarta Barat. Di sana juga dijadikan tempat berkumpulnya para pengusaha judi besar Indonesia guna membangun usaha dan jaringan.

Judi sudah melekat di kehidupan orang Indonesia bahkan dari sejak zaman penjajahan. Di sepanjang sejarahnya, judi sudah terbukti menjadi salah satu usaha yang paling menguntungkan. Dari satu lokasi perjudian, diperkirakan keuntungannya bisa mencapai 5 Milyar rupiah dalam satu malam saja. Bayangkan jika sebulan atau setahun. Usaha perjudian juga bisa mendatangkan pajak yang sangat besar bagi pemerintahan. Dana yang terkumpul dapat digunakan untuk anggaran pembangunan dan infrastruktur kota.

Gabriel